Taat Kepada Pemimpin

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.

Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13 : 17). Ayat firman ini jelas bahwa saat ini kita tunduk setia dan menghormati kepada pemimpin yang sedang memimpin kita hari ini, maka kita tunduk, setia dan menghormati kepada Tuhan. Ketika kita tidak taat, setia dan menghargai kepada pemimpin kita hari ini, maka kita juga tidak akan pernah di hargai ketika kita pimpin di suatu lembaga tertentu. Tetapi kita mau di hargai, di akui dan di segani juga suara kita di dengar dimana – mana kita belajar keteladan Tuhan sendiri lalu kita belajar lebih banyak dari pimpinan kita saat ini.

Artikel Menarik Lainnya: Kitab Suci Sebagai Jendela Ke Dunia Lain

Pengalaman dari tahun ke tahun kita memperingati hari – hari besar seperti hari Injil masuk dan hari jadinya gereja kita. Setiap tahun kita berharap menyongsong masa depan yang lebih baik, berharap gereja dan bangsa ini tumbuh menjadi gereja dan bangsa yang bermartabat, makmur, sejahtera, aman sejahtera dan hidup dalam damai.

Sebanyak kita berharap, sebanyak itu pula kita terus dikejutkan akan berbagai kejadian yang bukan saja mempermalukan kita di mata dunia tetapi juga mengecewakan Tuhan. Disintergrasi, kekerasan, penindasan, ketidakadilan, ketidak benaran, ketidak jujuran, penindasan terhadap rakyat dan pemaksaan kehendak, harga-harga yang terus melambung, korupsi, mengorbankan orang banyak demi kepentingan kelompok, kecurangan-kecurangan dan sebagainya terus menciptakan instablitas negeri ini dengan skala yang makin tinggi.

Pemerintah seakan tak berdaya melihat situasi ini porak poranda dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dengan situasi tidak menentu kita sulit membayangkan kemana masa depan gereja dan bangsa ini akan melangkah. Apa peran kita sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang tinggal di negeri tanah Papua ini? Apakah kita tidak bisa berbuat sesuatu? Apakah baik buat kita untuk diam berpangku tangan lalu mengeluh berkepanjangan? Atau tinggalkan saja negeri ini ke tempat yang lebih menjamin? Tidak, tentu tidak demikian.

Tuhan tidak sembarangan atau secara kebetulan menempatkan anda dan saya sebagai bagian dari gereja dan bangsa ini dan pemilik negeri ini. Ada banyak peran umat Tuhan yang bisa dilakukan, yang akan sangat menentukan masa depan bangsa meski jumlah masih tergolong minoritas.

Satu hal yang bisa kita lakukan secara langsung, tapi tidak banyak diketahui orang adalah perintah untuk taat kepada pemimpin kita yang sedang memimpin kita. Ayatnya berbunyi demikian:

“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13:17).

Taat kepada pemimpin, dan tunduklah. Mengapa? Sebab terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, mereka tetap bertanggungjawab atas jiwa kita yang dipimpin mereka. Bentuk-bentuk keluhan, protes, demonstrasi, iri hati, dendam, marah atau lain-lain seperti yang kerap dilakukan orang tidaklah membawa keuntungan apa-apa malah mendatangkan kerugian lebih banyak lagi bagi kita. Sebaliknya, ketika kita tidak menambah masalah, mereka akan lebih tenang dalam bekerja pelayanan sehingga kita pun akan diuntungkan. Petrus pun mengingatkan hal yang sama, untuk tunduk kepada pemerintah demi nama Allah. “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi..” (1 Petrus 2:13).

Kita tunduk bukan karena siapa-siapa melainkan karena Tuhan. Bagaimana jika mereka masih belum benar? Anda bisa berperan untuk terus mendoakan mereka, agar memiliki roh yang takut akan Tuhan sehingga bisa memimpin dengan benar. Seruan untuk doa syafaat bagi para pemimpin sudah disampaikan Paulus dalam 1 Timotius 2:1-2. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.”  Bisa tidaknya kita hidup tenang dan tenteram, itu tergantung dari bagaimana keadaan gereja dan bangsa kita sendiri, jadi jelas kepedulian kita merupakan sebuah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Dan dikatakan 

“Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”

[Ay: 3-4]

Selain berdoa, kepada kita sudah diberikan tugas agar ikut berperan aktif dalam menyatakan kebenaran, serta kejuhuran dan mensejatherakan rohani dimana tempat pelayanan kita masing – masing tinggal. 

“Usahakanlah dan tegakan nilai baik yang diajarkan oleh Tuhan di kota ke mana kamu pergi, dan berdoalah untuk dimana tempat pelayan itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraan rohaninya baik adalah kesejahteraanmu.

Dari ini jelas terlihat bahwa ada korelasi antara kesejahteraan rohani kita dengan kesejahteraan kota tempat kita menetap saat ini. Jadi berperan aktif dan berdoa sama-sama punya peranan penting yang akan bisa membawa kebaikan bagi gereja dan bangsa ini, dan dengan sendirinya bagi kita. Jika kota dimana kita tinggal berada dalam kondisi nyaman, aman, tentram dan damai, bukankah itu juga akan membuat kita sejahtera? Jika kita menginginkan kondisi seperti itu, peran nyata kita tentu sangat dibutuhkan. Anda bisa mulai dari lingkungan tempat tinggal dan kerja, kemudian kota, kemudian propinsi lalu kemudian meningkat kepada gereja dan bangsa. Anda mungkin sulit membayangkan seandainya hanya sendirian yang berbuat, akankah itu bisa berpengaruh?

Tapi coba bayangkan jika ada multitude effect. Orang percaya di seantero negeri melakukan hal yang sama, membawa hal positif baik lewat tindakan nyata maupun doa, dan itu menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Kemakmuran negeri ini tidak lagi menjadi sebuah utopia belaka, melainkan menjadi nyata. Mari mulai tampil dan berkontribusi positif. Jangan ikut-ikutan menambah masalah, tapi taat dan patuhlah karena Tuhan menginginkan kita untuk melakukan seperti itu.Tuhan mengasihimu. Selamat membaca sahabat – sahabatku yang baik, Tuhan Yesus Kristus memberkati

Oleh: Sepi Wanimbo [Ketua Pemuda Baptis West Papua]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.